We Are
Kondisi Maroko (Kegiatan Lapangan)
|
No.
|
Tim
|
Pelaksana
|
Lokasi
|
|
1.
|
Tim I
|
Karolina, Ilma
|
Pusat Kegiatan Wuryantoro
|
|
2.
|
Tim II
|
Hendra,
Anggieta
|
Pusat
Persimpangan Manyaran, Wuryantoro dan Eromoko
|
|
3.
|
Tim III
|
Resti,
Muharar
|
Perbatasan
Manyaran dan alternatif Jogjakarta, Kendal
|
|
4.
|
Tim IV
|
Febrina,
Ilma
|
Pusat Kegiatan Manyaran
|
|
5
|
Tim V
|
Latifah,
Sri, Eren
|
Pusat Kegiatan Eromoko
|
Revisi Proptek dan Instrumen dihari UTS berakhir
Hari ini Jumat tanggal 3 Mei 2013, Alhamdulillah UTS berakhir, tapi senin tanggal 6 Mei ada asistensi proposal teknis Studio Proses Perencanaan maka kami berkumpul untuk merevisi proptek dan instrumennya dari jam 2 siang hingga jam 8 malam di Kantin Planologi, sepertinya Kantin Plano butuh penerangan sebagai pendukung tempat kumpul kami hehe, sungguh melelahkan namun kami semangat demi lancarnya pelaksanaan survey lapangan di Maroko Wonogiri :) maaf tidak ada bukti autentik kantin plano terlalu gelap di malam hari :(
Febrina, Hendra dan Mada merevisi bab 2 yang membahas sarana, Eren membuat kerangka pikir, Pepi mengerjakan revisi kependudukan, karolina merevisi kondisi fisik, resti merevisi prasarana, anggita dan latifah editorial, dan ilma karena jobdesknya sudah selesai revisi sekalian menulis catatan ini untuk di upload :)
minggu ke 5
Minggu ini sudah masuk ke babak
minggu ke 5 untuk Studio Proses. Pada Minggu ini ada banyak hal yang udah
kelompok bikin, lumayan banyak pembagian jobdesknya dan menghasilkan output
yang luar biasa berupa Organisasi Kerja, Managemen Team, Kode Etik Kelompok
(Undang-Undang Maroko :D), dan Jadwal Kegiatan Lapangan. Perumusan hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan lapangan di Wonogiri ini sangat penting,
agar ketika kelompok turun langsung ke lapangan dapat mengerti tanggung jawab
dan semua teknis pencarian data sehingga mobilisasi kelompok pun efektif.
Diskusi juga dilakukan di kelas Studio pada minggu ini, semua kelompok di kelas
saling bertukar pikiran mengenai Mobilisasi kelompok, jadwal kegiatan lapangan,
dan beberapa teknis kegiatan lapangan lainnya. Kelompok Maroko sendiri memilih
menggunakan teknik pengalokasian anggota kelompok di setiap kecamatan.









