RSS

We Are

Kehidupan kelompok 4 di Maroko



 


Hari pertama saat berkeliling Manyaran, Wuryantoro dan Eromoko, kami  menemukan hampir setiap 10 rumah kami menemukan penjual bakso, lalu kami memlih salah 1 untuk mencicipi

 
 
Keseharian kami selanjutnya yaitu observasi, survey dengan kuisioner dan wawancara kami tersebar di ke3 kecamatan

 Kejadian "gak nyambung" sering kami alami terlebih teman2 yang tidak biasa berbahasa jawa seperti Hendra, Eren, Latifah, Febrina, Resti dan Karol. Saat warga bilang monggo pinarak mas, Eren menjawab iya bu ini lagi survey. Ketika Karolina bertanya menggunakan bahasa Indonesia tapi dijawab warga dengan bahasa jawa dia tidak mengerti apa-apa.

Pak Lurah Di Kelurahan Mojopuro termasuk teladan karena beliau sering melakukan blusukan di daerahnya, karena saat kami kesanapun harus nunggu bapaknya selama 2 jam, di tempat kerja karyawan terdapat kalimat-kalimat motivasi seperti diatas.


Saat survey kami menemukan tempat tempat yang indah yang berpotensi sebagai wisata salah satunya Waduk Parangjohgo




 



Seperti inilah kegiatan kami diwaktu malam, makan malam, nyicil basis data, rekap kuisioner dan wawancara, sharing-sharing hingga jam 11 malam kemudian kami istirahat untuk menjaga kesehatan mempersiapkan kegiatan esok.


 
 
suatu malam saat kami merekap kuisioner kami mendapatkan hal aneh dari kuisioner yang diisi salah seorang warga sebut saja Rohmat. pada pertanyaan dimana anda mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari dia menyebutkan di Kecamatan lain, namun ketika ditanyakan dimana anda mendapatkan barang-barang elektronik dia menjawab di sekitar rumah, padahal di dekat rumahnya tidak ada took elektronik. Eren, Pepi dan Latifah seketika berfikir bahwa dia ......... dan itu menjadi bahan bercandaan kami sewaktu disana.

 

 


 Inilah kegiatan akhir teman-teman laki-laki yang meninggalkan temen-temen perempuan di TPI dan mereka menuju tempat wisata di Pantai Nampu

 
 

 

 
 
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment